Monday, April 27, 2009

Fortius BBC = Flames BBC

Akhirnya jadi juga fortius Basbet ball Club berganti nama menjadi Flames Basket Ball Club.
Hal ini didasari dari keputusan rapat luar biasa pada Agustus tahun 2007 lalu bahwa Fortius BBC akan merombak semua pengurusan maupun AD/ART-nya, agar lebih memajukan prestasi basket di Bekasi dan didukung sokongan dana yang cukup.
Hasil keputusan didapat selama 1 tahun kedepan yaitu pada tahun 2008, setiap event yg diadakan atau di ikuti oleh Fortius akan menyertakan nama Flames Fortius Basket Ball Club, dan pada tahun 2009 maka langsung berganti nama menjadi Flames Basket Ball Club.



Maju terus basket di Bekasi dan di Indonesia.

Monday, December 1, 2008

Campina Basketball League 2008 - Final Score

Nih dia score akhir dari Final CBL 2008 pada tanggal 29 November 2008 :

Untuk Kategori SMP Putri
Perebutan Juara 1 & 2 SMP ANANDA BEKASI vs SMP 16 BEKASI 15-10
Perebutan Juara 3 & 4 SMP AL FAJAR BEKASI vs SMP 11 BEKASI 21-07

Untuk Kategori SMP Putra
Perebutan Juara 1 & 2 SMP ANANDA BEKASI vs SMP SANTA LUCIA BEKASI 40-30
Perebutan Juara 3 & 4 SMP 11 BEKASI vs SMP 1 BEKASI 26-22

Untuk Kategori SMA Putri
Perebutan Juara 1 & 2 SMA 2 BEKASI vs SMA MUTIARA BEKASI 24-23
Perebutan Juara 3 & 4 SMA 1 BEKASI vs SMA 4 BEKASI 24-15

Untuk Kategori SMA Putra
Perebutan Juara 1 & 2 SMA BINA PRESTASI BEKASI vs SMA 2 BEKASI 35-33
Perebutan Juara 3 & 4 SMA 1 BEKASI vs SMA 8 BEKASI 35-32

Sukses yah...

Campina Basket Ball League 2008 - Penutupan

SUKSES....
Tiada kata lain selain hal tersebut, semua team sudah bertanding dan membela masing-masing nama sekolahnya...
Dengan semangat juang yang tinggi dan sportifitas antar team sekolah yang ikut pertandingan ini, akhirnya didapatlah Jagoan Basket 2008 yaitu :


Untuk Kategori SMP Putri
1. SMP ANANDA BEKASI
2. SMP 16 BEKASI
3. SMP AL FAJAR BEKASI

Untuk Kategori SMP Putra
1. SMP ANANDA BEKASI
2. SMP SANTA LUCIA BEKASI
3. SMP 11 BEKASI

Untuk Kategori SMA Putri
1. SMA 2 BEKASI
2. SMA MUTIARA BEKASI
3. SMA 1 BEKASI

Untuk Kategori SMA Putra
1. SMA BINA PRESTASI BEKASI
2. SMA 2 BEKASI
3. SMA 1 BEKASI

Menurut Ketua Pelaksana CBL 2008 kali ini, Bapak Andrew Miller yang juga sebagai Pelatih dari Fortius Flames Bekasi mengatakan, Ini rekord sendiri buat Fortius Flames sebagai organiser selama ini, kita baru bisa mengakhir pertandingan hingga jam 23.30, karena ketatnya score yang diperoleh masing-masing team yang bertanding pada Final kali ini, coba saja lihat pertandingan kategori SMA Putri antara SMA 2 Bekasi dangan SMA Mutiara Bekasi, dari Game pertama s/d ketiga, SMA Mutiara masih memimpin tapi saat Game ke 4 di sisa waktu 1 menit bisa disusul oleh SMA 2 Bekasi dengan kemenangan tipis 1/2 bola dengan score akhir 24-23 untuk kemenangan SMA 2 Bekasi, ini berkat kerja keras team dan juga pelatih dari team SMA 2 Bekasi, Sdr Dedi yang menerapkan sistem defence one on one marking dan pass break yang efektif serta mengambil time out yang tepat disaat akhir pertandingan, tapi tentunya yang menjadi penentu kemenangan adalah andalan team SMA 2 Bekasi adalah Idha Dwi Yuniarni Rozaqi bila bukan terobosan lay up yg berani dan tembakan two point shoot dari Idha mungkin saja tidak akan memenangkan SMA 2 Bekasi sebagai JAGOAN BASKET 2008 kali ini...
Kita juga gembira sekali, bila PT Campina Ice Cream Industry akan tetap mensposori event ini di tahun 2009, dukungan finansial dan logistik selama pertandingan berlangsung membuat semua panitia dan kru di lapangan sangat antusias melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Syukur alhamdulilah, tidak terjadi kejadian yang besar yang berakibat gagalnya pertandingan selama acara ini dimulai dari hari pertama hingga berakhir pada tanggal 29 Desember 2008.

Hal ini juga dikomentari oleh Bapak Danny Virgiansyah sebagai Sponsor Tunggal dari CBL 2008 kali ini, tegang dan penasaran saat para peserta di Final menyelesaikan semua acara ini.
Mudah-mudahan kita masih bertemu lagi di tahun 2009 dengan acara yang lebih heboh lagi, ".... saya sebagai wakil dari sponsor berterima kasih banyak kepada panitia yang sudah kerja keras selama 1 minggu untuk mengsukseskan acara ini", "Akhirnya saya tutup Campina Basketball League 2008 secara resmi..." dan langsung ditandai dengan membunyikan terompet panjang...

Selamat dan sukses selalu para team basket Bekasi, doakan ajang ini tetap ada dan eksis, agar minat dan bakat para jagoan basket bekasi dapat disalurkan dalam event-event serupa ini.

Monday, November 24, 2008

Campina Basketball League 2008 - Pembukaan


Akhirnya Kota Bekasi bisa menyelenggarakan event basket paling bergengsi yang sering diselenggarakan tiap tahunnya oleh Fortius Flames Basket Ball Club Bekasi.
Dengan dukungan sponsor dari PT Campina Ice Cream Industry, dipenghujung tahun 2008 ini akhirnya bisa dimulai lagi suatu event basket kota Bekasi dengan mengambil judul yang cukup membanggakan adalah "Campina Basketball League 2008" Ajang Jagoan Basket jadi JUARA...


Diikuti oleh 36 SMP Putra & Putri dan 36 SMU Putra & Putri Sekota Bekasi, rasanya akan cukup membanggakan pihak Kota Bekasi bisa menyelenggarakan event sebesar ini pada tahun 2008, cukup lama penantian para team masing-masing sekolah untuk dapat mengikuti acara ini. Terbukti pada penutupan pendaftaran masih ada 17 team dari sekolah di Bekasi yang mengantri untuk dapat mengikuti Ajang bergensi ini. Sayangnya pihak panitia sudah membatasi jumlah peserta karena kondisi yang tidak bisa lagi dimaklumi.

Event ini berlangsung dari tanggal 23 - 29 November 2008, di GOR Bekasi dan dibuka oleh Bapak Danny Virgiansyah, Product Manager PT Campina Ice Cream Industry, dan Bapak Ino sebagai perwakilan pengurus dari Fortius Flames Basket Ball Club sebagai event Organiser dari acara ini. Sayangnya pengurus dari Perbasi Bekasi berhalangan hadir dikarena adanya kegiatan Kota yang tidak bisa ditinggalkan.

Acara dimulai upacara pembukaan dan sambutan pembukaan dan dilanjut dengan bernyanyi Indonesia Raya sebagai rasa kebangsaan dan nasionalisme serta kebersamaan dalam mengsukseskan acara ini serta sebagai ajang pembuktian bahwa Olahraga Basket adalah Sarana untuk menyalurkan hobi, prestasi dan dapat menjauhkan diri dari ancaman Narkoba.

Bapak Danny selaku perwakilan sponsor utama acara ini juga berkesempatan untuk melemparkan bola pertama kepada team pertama yang bertanding yaitu dari SMA 2 Bekasi melawan SMA 3 Bekasi, dan akhirnya SMA 2 Bekasi dapat memenangkan pertanding skor telak 33-18.

Event ini setiap harinya dimulai setiap jam 10.00 s/d 21.00 untuk hari senin s/d jumat, dan pada saat penutupan nantinya pada hari sabtu tanggal 29 November 2008 mulai jam 13.00 s/d 21.00.

"Campina Basketball League 2008" Ajang Jagoan Basket jadi JUARA...

Wednesday, July 23, 2008

Mediokrasi Menghambat Prestasi Cabang Basket

Cabang olahraga bola basket Indonesia pernah berjaya di era 70-an. Namun hingga saat ini belum ada tanda akan bangkit lagi. Sementara dinamika kehidupan olahraga berkembang kian kompleks. Olahraga dijadikan Entertainment (hiburan) telah menjadi kultur zaman sekarang. Tindakan itu dapat menafikan prestasi jika tidak dikontrol oleh sistem yang berbasis pemahaman ilmu.


Sebagai hiburan, olahraga memang dapat menghasilkan dana secara cepat, imbalannya mengeksploitasi. Perubahan mentalitas yang diakibatkannya berdampak merugikan pembinaan. Godaan jalan pintas membuat ruang pengembangan prestasi berkurang. Hiburan yang dianggap ingkar prestasi ini membuat hampir semua pelatih kampus (college coach) di AS tak sepaham dengan pelatih (coach) di NBA (liga basket profesional AS).

Negara lain yang memiliki masalah sama adalah Filipina. Terfokus pada olahraga menghibur, malah basket di sana menimbulkan masalah internal. Kepelatihan yang mengunggulkan permainan menghibur, entah kapan dapat mengangkat Filipina ke tingkat yang sama seperti Korea dan Jepang. Jika ukurannya basket kita (Indonesia), rasanya jelas belum saatnya diindustrikan sebelum pembinaan di bawahnya dibenahi. Namun, pembinaan membutuhkan manajemen yang baik. Bila membereskan kasus saja tidak sanggup, bagaimana membina?

Kasus wasit Budi Marfan adalah contohnya.Kasus yang berkaitan erat dengan kebuntuan prestasi itu berawal dari pernyataan tiba-tiba koordinator wasit yang mempermalukan wasit Budi Marfan dipertemuan wasit tanggal 17 September 2006 Riau untuk menghadapi pertadingan final IBL (Indonesian Basketball League ) 2006 yang lalu bahwa wasit Budi tidak disenangi klub IBL, maka diputuskan tidak diberi tugas. Namun persoalan yang merugikan nama baik wasit Budi ini berlanjut karena tidak menjelaskan klub yang mana, maupun sebab-sebabnya.

Setelah berusaha wasit Budi berhasil menemukan pelatih sebuah klub IBL yang mengaku telah menyatakan kepada koordinator wasit tidak suka Budi memimpin pertandingannya dengan alasan, keputusan Budi sering merugikan pihaknya, wasit Budi sangat kecewa dan merasa percuma karier wasit ini kerena harus menerima kenyataan bahwa yang dikhawatirkan selama ini tak disangka dapat benar-benar terjadi semudah itu dibelakangnya.

Pasalnya, bila ada klub peserta dapat semudah itu menolak wasit bertugas, sama dengan memberi kesempatan buat mereka untuk "memesan" wasit sesuai keinginannya. Konotasinya, menimbulkan keberpihakan wasit di pertandingan. Budi sering dipuji sebagai wait terbaik, dan kerap dipercaya menangani tough games ketika tiada satupun yang sanggup jadi wait kepala. Bahkan dia jadi teladan untuk ditiru, sesungguhnya tak ada pengurus yang mengerti dimana kelebihannya. Bagaimana cara menyimpulkan peringkat Budi kalah dari wasit lain.

Uji kemampuan wasit harus melalui evaluasi. Tetapi, mengevaluasi wasit harus berdasarkan Diktum klinik dan interaktif. Perwasitan yang vital ini positif mendukung dalam membangun prestasi, dapat menjadi negatif bila tidak paham menerapkannya, apalagi disalahgunakan. Kasus ini mengisyaratkan bahwa manajemen gaya lama sudah tidak sesuai untuk ukuran masa kini. Jika membahas masalah wasit saja tidak pernah dapat menyentuh pokok persoalan, bagaimana mengevaluasi pelatih? Peraturan Pendidikan yang dibuat dapat dipastikan tidak beraspek kepelatihan.

Komitmen

Tujuan Evaluasi wasit bukan hanya soal wasit meski menjadi objeknya. Minimal menjaga komitmen yang mengikat wasit, pelatih dan koordinator wasit. Permainan buruk (Bad play) akibat dari bad officiating yang terus dibiarkan, malah menanamkan persepsi keliru pada pelatih, pemain hingga penonton. Pelatih mengajarkan teknik bermain yang menyalahi peraturan. Menganggap latihan beban paling penting. Dikira kekuatan dan bobot lebih penting dari pada kecepatan dan skill. Bagaimana basket ini punya masa depan bila kepelatihan seperti itu yang berkembang?

Meniru gaya NBA yang melarang pelatih, atau pemain berekspresi di pertandingan selevel IBL adalah ngawur. Sungguh ngawur menganjurkan aturan pelatih dilarang protes di pertandingan yang dikira lantas dapat menghindar dari resiko kemelut. Apakah memang mau menyaksikan pelatih-pelatih ini tampil bisu tak berdaya di panggung Internasional ketika timnya dirugikan?


Sumber : Herman Kintono Pengamat Olahraga Bola Basket nasional